Musim hujan sebenernya lebih enak dibandingin musim kemarau. Karena hujan identik dengan dingin/ adem/ tiris/ cold/ etc..dan kemarau identik dengan panas/ gerah/ haredang/ milas/ hot/ dan sejenisnya. Panas juga enak kalau hadir di suasana yang dingin, tapi yang dingin-dingin lebih enak kalau kita kepanasan.
Semuanya serba berkebalikan, berseberangan, berbeda, bertolak belakang. Sama halnya dengan sebuah tren yang berkembang di masyarakat. Misalnya, ketika kebanyakan orang berbondong-bondong bergaya A, yang canggih pula, dunia ini pasti lebih seru kalau ada yang berani bergaya sebaliknya.
Kembali ke musim hujan. Saya senang hujan, katanya hujan itu rahmat (bukan pak rahmat). Apalagi kalau kita memperhatikan titik-titik hujan yang jatuh dari langit lalu perlahan tapi pasti membasahi rumput yang hampir kering…
Tapi kalau tiap hari hujan…pakaianku nggak ada yang kering…apalagi underwearku yang persediaannya sangat terbatas…hihi..hayo ngaku, kamu juga gitu kan…



