Gravity Always Win...

Bukan sebuah gravitasi bila tak memiliki kekuatan. Kekuatan yang mutlak dalam menarik sesuatu kembali ke asalnya. Pada akhirnya aku berpikir bahwa gravitasi tak sekedar daya tarik bumi. Tetapi hal sesuatu yang bersifat naluriah, tetapi belum tentu fitrah. Sesuatu yang mendorongmu melayang lebih tinggi namun terhempas ke dasar bumi karena tiba-tiba manusia dan dunia menarik roket dipunggungmu. Lalu dengan bijaksana, kau berkata, “ Dunia yang aku hadapi begitu, akan selalu kutatap dengan kepala tegak karena ini menjadi bagian hidup”. Itulah yang kusebut gravitasi, tarik menarik antara jiwa kita dengan semesta. Keduanya memiliki inti dengan kekuatan yang sama. Masing-masing memiliki peluang untuk menang.

Dan yang pasti, siapapun tak bisa melawan energi ketetapan Allah yang telah tertoreh di atas bumi ini, ia adalah sunnatullah.

*sekedar teori amburadul dari hasil kontemplasi dan dengerin lagu

Apa Kabar Blog?...

Lama sudah tak menyapa dunia ini. Menulis kembali susah soalnya setahun belakangan aku dijejelin teori tentang visual, otakku dicekoki sama gambar. Secara kasat mata jauh makna dari bahasa verbal dan rumus yang jaman dahulu kupelajari dengan sistematis, logis, dan bikin jidat tambah klimis. But, i love that.

Jayagiri Swing...

Jika bepergian ke Lembang via Bandung, kita akan melewati sebuah kantor Polisi yang di seberangnya berderet penjual ayam dibakar atau dipanggang. Di pinggir jalan segerombolan delman siap mengantar siapa saja dan ke mana saja selama sang kuda standby dan tidak ngambek. Nah, di dekat situlah terdapat jalan masuk ke Gunung Jayagiri.
Sebelum ke puncak, kami shopping dulu ke pasar Lembang. Kayak mau piknik di pantai saja, segala beli jagunglah, singkonglah, plus arang serta  mi instan. Selama belanja, saya agak heran. Karena Lembang yang selama ini saya anggap Sunda pisan, malah yang jualan di pasar banyak orang Batak lho. Jadi lucu mendengar mereka bicara, logat batak tapi bahasa Sunda.  Memang, orang batak ada di mana-mana..
Empat lelaki selesai menjalani tugas belanja, kami bergegas dengan naik…delman. Pertama kali dalam sejarah hidup, saya naik kendaraan berlapis kuda tersebut.

***

Perjalanan kami dimulai dengan membagi barang yang harus dibawa setiap orang. Saya dan empat teman kebagian membawa tenda. Tenda tentara yang biasanya dipake di pengungsian, beratnya nggak ketulungan, gede lagi, plus besi sama tambang. Tapi perjalanan jadi benar-benar menantang. Saking menantangya, ‘hanya’ untuk mengangkat tenda memakan waktu tiga setengah sampai empat jam.

Perjalanan kami dimulai dengan membagi barang yang harus dibawa setiap orang. Saya dan empat teman kebagian membawa tenda. Tenda tentara yang biasanya dipake di pengungsian, beratnya nggak ketulungan, gede lagi, plus besi sama tambang. Tapi perjalanan jadi benar-benar menantang. Saking menantangya, ‘hanya’ untuk mengangkat tenda memakan waktu tiga setengah sampai empat jam.

***

Kami tiba saaat senja. Barisan pohon pinus seolah menyambut kedatangan kami. Dan kemping dimulai. Malam yang dingin, gak perlu kulkas karena air biasa bisa jadi air es. Api unggun juga nggak bisa mengusir dingin masuk ke celah kulit dan menusuk tulang. Pengen cepet pagi. Dan malam ini cepat tidur ngumpulin tenaga buat besok.

Kami tiba saaat senja. Barisan pohon pinus seolah menyambut kedatangan kami. Dan kemping dimulai. Malam yang dingin, gak perlu kulkas karena air biasa bisa jadi air es. Api unggun juga nggak bisa mengusir dingin masuk ke celah kulit dan menusuk tulang. Pengen cepet pagi. Dan malam ini cepat tidur ngumpulin tenaga buat besok.

***

Pemandangan yang eksotis dari puncak. Subhanallah !!!

Pemandangan yang eksotis dari puncak. Subhanallah !!!

Ternyata ada jalan lain ke puncak Jayagiri yang jalanannya lebih mulus dan hemat waktu, bahkan kendaraan bisa melewatinya.  Yaitu jalan ke arah Gunung Tangkuban Perahu. Maksudnya, jalan lain ke Tangkuban juga menuju puncak Jayagiri ini. Tau gitu, gak usah capek-capek bawa tenda yang super duper berat…tapi semua ada hikmahnya ^_^

Ternyata ada jalan lain ke puncak Jayagiri yang jalanannya lebih mulus dan hemat waktu, bahkan kendaraan bisa melewatinya. Yaitu jalan ke arah Gunung Tangkuban Perahu. Maksudnya, jalan lain ke Tangkuban juga menuju puncak Jayagiri ini. Tau gitu, gak usah capek-capek bawa tenda yang super duper berat…tapi semua ada hikmahnya ^_^

***

Nyam..nyam..nasi liwet yang sayang untuk diliwatkan. Padahal sebagian nggak matang lho, ada yang agak keras gitu. Tapi embat waelah...yang penting kenyang..

Nyam..nyam..nasi liwet yang sayang untuk di'liwat'kan. Padahal sebagian nggak matang lho, ada yang agak keras gitu. Tapi embat waelah...yang penting kenyang..

***

Malam datang lagi, malam yang mencekam disertai hujan angin. Dan kami harus berjuang supaya tenda nggak roboh. Karena rumput yang basah, akhirnya kami mengungsi ke rumah si Emak, seorang penduduk yang baik hati dan jago bikin bala-bala.

Malam datang lagi, malam yang mencekam disertai hujan angin. Dan kami harus berjuang supaya tenda nggak roboh. Karena rumput yang basah, akhirnya kami mengungsi ke rumah si Emak, seorang penduduk yang baik hati dan jago bikin bala-bala.

***

.

-

Pagi tiba menawarkan kesejukan, sarapan jagung bakar dan pulang. Dari tanggal 22 sampai 24,  cukuplah sehari dua malam menginap di tempat ini…

Pagi tiba menawarkan kesejukan, sarapan jagung bakar dan pulang. Dari tanggal 22 sampai 24, cukuplah sehari dua malam menginap di tempat ini…

***

kapan-kapan ke sini lagi…

kapan-kapan ke sini lagi…

-

Pilim India...

Semua pasti udah pada tau tentang Slumdog Millionare yang menghebohkan dunia perfilman dan memborong banyak penghargaan di Academy Award kemarin.

Di film ini, adegan yang amat sangat menjijikkan dan kurang masuk akal tapi menarik adalah waktu Jamal kecil rela terjun bebas ke kubangan kotoran manusia alias taik demi meminta tanda tangan Amitabh Bachchan yang datang ke kampungnya…bayangkan aja sendiri..seluruh tubuh kena taik kecuali tangan yang menyelamatkan foto si Amitabh Blacan itu…eeeuuuhhh….

Ngomongin Amitabh Bachchan, waktu kecil dulu di era 90’an saya juga sering nonton film-filmnya di rumah tetangga yang punya antena parabola, siaran tivinya itu TPI yang lambangnya masih segitiga, nontonnya rame-rame kayak di bioskop. Di zaman itu film-film India memang lagi digandrungi, dari orang tua sampai anak kecil, dan saya turut meramaikan.

Tapi sepertinya ada sebuah pakem yang nggak bisa ditinggal dari film India, atau mungkin, kalau adegan ini nggak ada rasanya kurang afdol disebut film India, termasuk Slumdog Milionare. Yaitu nyanyi dan menari.

Penghujan Tapi Panas...

Waktu saya (bukan orang lain) nulis postingan ini, cuacanya itu lho…
Duh Gusti, segan sekali sama panasnya…
Kayaknya matahari lagi ngumpulin awan banyak-banyak, dan kalau udah berat, warnanya jadi hitam pekat, dia akan kembali turun ke bumi dalam bentuk air yang disertai oleh kilat, kalau nggak hati-hati bisa gawat, karena kita bisa kesambat, kesambar kalee..

Page 6 of 9« First...«45678»...Last »