Hujan-hujan Begini...

Hujan-hujan begini enaknya ngelingkerin badan di kamar sambil merangsang kelopak mata dan otak supaya amnesia sejenak.

Tapi hujan-hujan deras begini saya terpaksa diem tegak berdiri di emperan pasar dago. kalo nggak dipaksain, badan saya yang kurus dan kusam bakalan disiram hujan dan pasti makin kusut dengan bentuk yang ngga jelas.

Setiap orang yang nunggu hujan berhenti biasanya punya style berdiri yang sama, kepalanya tegak dengan kedua tangan melipat di dada, mirip orang yang lagi nonton panjat pinang waktu tujuhbelasan. Masing-masing pasti lagi mikirin sesuatu, dan kalo saya perhatiin kemungkinan besar nggak ada yang mikirin skandal bank Century, soalnya orangnya nggak ada yang seperti pejabat negara.

Hujan-hujan begini, saya berdiri di samping bakul CD bajakan. Speakernya kenceng muter lagu si BCL, yang lirik lagunya ada ngirim malaikat-malaikatnya itu…

Berhentilah hujan, saya mau pulang terus nyelesein episode kamen rider Den-O. Ore sanjou !

Sekali-Sekali Idle...

Sudah hampir sebulan ini account facebook-ku deactive-in. Engga bermaksud mutusin tali silaturahim atau pensiun sebagai makhluk sosial. Tapi sekedar mengusir kebosanan biar hidup nggak flat, jadi bisa dinamis kayak keripik kentang. Karena dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi kalau menghadap layar komputer, situs itulah yang jadi suguhan utama. Terus kupandangi status orang satu demi satu. Belum ada yang nulis ngasih makanan gratis.

Semacam penjernihan pikiran, mendefragment hardisk otak, membersihkan junk files, membabat habis spam, memaintenance server.

Di sebuah konser Oasis, konsernya di Manchester, tapi sayang aku melihatnya cuma dari layar kaca ga pake gatot. Mereka nyanyiin lagu ‘The Importance of Being Idle’, terus di screen panggung terpampang sebuah tulisan :
Most of the trouble in the world seems to come from people who are too busy.

Berhenti sejenak dari keramaian. Tidur sepuasnya. Bangun tidur , tidur lagi.

Page 3 of 14«12345»...Last »