Sekali-Sekali Idle...

Sudah hampir sebulan ini account facebook-ku deactive-in. Engga bermaksud mutusin tali silaturahim atau pensiun sebagai makhluk sosial. Tapi sekedar mengusir kebosanan biar hidup nggak flat, jadi bisa dinamis kayak keripik kentang. Karena dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi kalau menghadap layar komputer, situs itulah yang jadi suguhan utama. Terus kupandangi status orang satu demi satu. Belum ada yang nulis ngasih makanan gratis.

Semacam penjernihan pikiran, mendefragment hardisk otak, membersihkan junk files, membabat habis spam, memaintenance server.

Di sebuah konser Oasis, konsernya di Manchester, tapi sayang aku melihatnya cuma dari layar kaca ga pake gatot. Mereka nyanyiin lagu ‘The Importance of Being Idle’, terus di screen panggung terpampang sebuah tulisan :
Most of the trouble in the world seems to come from people who are too busy.

Berhenti sejenak dari keramaian. Tidur sepuasnya. Bangun tidur , tidur lagi.

Perangkap Pikiran...

Sudah pernah nonton (500) Days Of Summer? mudah-mudahan sudah karena aku malas menceritakannya. Ini film drama komedi yang penuh energi (halah), menyuruh seseorang tetap optimis, itupun kalau menontonnya dihayati, ngga sambil momong anak atau manjat pohon kelapa. Dialog yang mantab waktu jagoannya bilang bahwa semua yang ia tulis, dilihat dan didengar telah membuat orang salah kaprah karena nggak paham sama isinya, dan ia merasa bertanggung jawab.

Nah lho, terperangkap oleh pikiran sendiri. Bukan terperangkap jaring laba-laba spider-man. Perangkapnya adalah jaring-jaring di sekitar kita yang menciptkan paradigma tersendiri dan kemudian menciptakan emosi yang menghambat terdengarnya suara hati kita…Itu kalimat Ary Ginanjar.

That’s it, mereka berbentuk media yang lalu lalang seperti belalang yang malang mencari pangan di depan mata kita. Pada awalnya mereka diriset, kemudian diteliti, diolah kayak bikin kue, dicicipi, disebarkan ke penjuru tanah air dan berbagai pelosok negara. Seterusnya menciptkan efek hipnotis yang lebih dahsyat daripada hipnotisnya bang Romy atau si Uya Kuya. Enggak Cuma efek samping, tapi juga efek depan, efek belakang, lebih singkatnya efek segala sisi yang mengendalikan pikiranmu dan menutupi cahaya hati. Eng..ing..eng..ngga bisa membedakan antara suara hati dan emosi.

Oh ya? Jangan percaya dulu sama cerita di atas. Tidak. Mereka ngga sejahat itu, mereka adalah industri kreatif yang selalu memenuhi penglihatan  dan meramaikan pendengaran setiap orang. Insan kreatif adalah orang-orang luar biasa penggairah peradaban di setiap zamannya.

Yang dirasakan panca indera nggak akan sia-sia kalau input ke otak kita menjadi inspirasi dan motivasi dalam rangka memperbaiki diri.

Page 2 of 13«12345»...Last »