Terbang dan terbang seperti para makhluk angkasa yang bebas memecah langit membelah udara.
Walau tak tau ke mana yang penting melayang hingga lelah karena peluh takkan mengeluh. Di atas bumi melesat mencengkeram jingga.

Terbang dan terbang seperti para makhluk angkasa yang bebas memecah langit membelah udara.
Walau tak tau ke mana yang penting melayang hingga lelah karena peluh takkan mengeluh. Di atas bumi melesat mencengkeram jingga.

Sejenak bersandar dari segala ketidakpastian dari hal yang tak menentu. Segala kemungkinan pasti mungkin untuk dimungkinkan. Jangan lupa tersenyum walaupun gelap dan tak ada yang melihat. Sekali-sekali senyumi diri sendiri biarpun tidak lucu. Tapi jangan di depan orang banyak, nanti di sangka…(titik-titik).

untuk kesekian kalinya bersandar di bangku taman
tanpa siapapun
kecuali pucuk daun yang bersiap basah
menatap awan luruh

meluncurlah selagi rumput tak mau kering
senang bersama dan membuka mata
biar menyentuh bumi dan meraih wanginya


Usai senja
Dalam sisa gerimis
Tanah lembab
Aspal basah
Pagar besi kedinginan
Gang sempit yang panjang
Kata orang menyeramkan
Oh, tidak juga
Kunang-kunang sering ada
Tak hanya melintas
Tapi melayang pula menyala
Jangan beranjak dulu
Sebelum sisa gerimis ini hilang