Sunset...

_sebuah memori tentang matahari tenggelam

Sudah lama tak kulihat batara surya pulang ke peraduan bersama sisa sore, memantulkan cahaya kemerah-merahan di asinnya air laut yang mulai hijau kecoklatan, dan airnya akan terasa amat menyilaukan. Seketika itu juga batara bayu meniupkan udara sejuk di tepi pantai mengalahkan peluh dan kegerahan. Nun di kejauhan, di antara suara ombak dan senja yang mulai padam beberapa anak asyik bermain bola. Bahkan di antara mereka masih ada yang berenang tanpa merasa kedinginan.

Kadang, kusaksikan matahari perlahan tenggelam di balik bukit dari jendela kamar. Meninggalkan lazuardi di luasnya marcapada, kebanyakan cahaya itu hinggap di awan sirrus dan kumulus, berbentuk bulu halus yang kadang terpisah-pisah dan kadang tersusun secara teratur dalam kelompok-kelompok. Yang paling kukagumi adalah pada bagian ini. Ketika awan dan langit perlahan menjadi jingga, merah, ungu, semuanya tercampur namun tetap elok. Puncak bukit, pepohonan beserta daunnya, burung yang terbang sekalipun akan terlihat siluet. Membentuk lukisan alam yang maha sempurna. Subhanallah!! Dialah desainer paling hebat di jagat raya ini.

Sing to the Dawn...

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM bisa saja membuat kita patah hati kepada bangsa ini. Bukan mendahului takdir, kalo harga BBM naik, bersiap-siaplah menghadapi segala kenaikan yang lain. Lain halnya kalo bapak saya orang kaya, saya nggak bakalan ambil pusing tentang persoalan negeriku yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharjo ini (opoooo iki artine??). Fiuhhh…sudahlah, mari kita ngomongin sesuatu yang menghibur.

Ntar, bulan Juni tahun ini, ada sebuah film animasi kelas inernasional yang 95 persen dibuat oleh orang Indonesia asli, judulnya Sing To The Dawn. Sebuah film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karangan Minfong Ho, seorang novelis asal Singapura dan besar di Thailand. Novel ini menyabet juara pertama dari Council of Interracial Book for Children. Film ini dikerjakan oleh kru dan animator Infinite Frameworks, sebuah studio animasi Indonesia-Singapura yang berlokasi di Batam dan berkantor pusat di Singapura. Nah, kita tunggu aja…

Sebelumnya, Pokemon dan Doraemon dibuat di Denpasar. Crayon Sinchan dikerjakan di Tangerang. Kabar terakhir menyebutkan perusahaan yang memproduksi film Star Wars (Lucas Film) akan merekrut animator Indonesia.

Masih banyak yang bisa kita banggakan dari negeri ini, dan kita harus tetap optimis akan kehidupan yang lebih baik. Meskipun hidup tidak semakin mudah.

Page 12 of 13« First...«910111213»