Saya terlambat datang ke acara buka bareng temen-temen alumni Matauli kemarin. Walhasil orang-orang sudah pada selesai makan waktu saya sampe lokasi kejadian. Dan yang saya saksikan hanyalah sisa-sisa nasi timbel bersama tulang belulang ayam goreng yang sebenarnya menggoda jiwa. Tapi syukurlah saya nggak tergoda karena perut udah kenyang air didukung volume lambung yang memang kecil.
Bahkan kemarinnya kemarin, saya buka puasa sambil sahur. Maksud saya makan nasi untuk buka puasa sekaligus sahur. Ya itu tadi, nggak selera makan nasi sampe terbawa tidur. Padahal waku buka puasa saya nggak melakukan aksi balas dendam.
‘Bubar’ atau buka bareng sudah menjadi ritual penting di bulan ramadhan. Karena detik-detik berbuka merupakan moment dalam hidup yang nggak pernah tergantikan, apalagi buka puasanya bareng temen. Tapi, jarang terdengar atau saya yang nggak pernah dengar sahur bareng yang disingkat ‘sabar’. Mantap, bisa melihat wajah-wajah tidur sambil makan atau keburu-buru makan karena imsak sebentar lagi…

