Monthly Archives for May 2011
Awan-awan Luruh
untuk kesekian kalinya bersandar di bangku taman tanpa siapapun kecuali pucuk daun yang bersiap basah menatap awan luruh
Meluncur
meluncurlah selagi rumput tak mau kering senang bersama dan membuka mata biar menyentuh bumi dan meraih wanginya
Melintasi Kunang-kunang
Usai senja Dalam sisa gerimis Tanah lembab Aspal basah Pagar besi kedinginan Gang sempit yang panjang Kata orang menyeramkan Oh, tidak juga Kunang-kunang sering ada Tak hanya melintas Tapi melayang pula menyala Jangan beranjak dulu Sebelum sisa gerimis ini hilang
