Meniti Candi Cangkuang di Kota Dodol...

Saya baru tahu kalau di Jawa Barat ini ada terdapat candi, namanya Candi Cangkuang di kota dodol alias Garut. Kami menempuh perjalanan kurang lebih satu jam empat puluh lima menit, nggak sampai dua jam.
Letaknya di Kampung Pulo, dikelilingi situ atau semacam danau, jadi kalau mau ke sana harus menyebrang pake rakit. Seperti Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba.  Lingkungannya sangat asri, alami, udaranya belum terkontaminasi sehingga bebas dari polusi di sepanjang hari. Disalah satu sisi situ ini terdapat sekumpulan bunga teratai yang menambah ke-eksotisan sang Situ Cangkuang.
Banyak hal yang kami obrolin bareng kuncen kampung adatnya. Terutama sejarah-sejarah di kampung ini. Seperti makam yang ada di sebelah candi yang didirkan pada abad 8 tersebut, itu adalah makam Arif Muhammad, seorang penyebar Islam yang datang ke kampung itu. Di sekeliling kampung pulo tersebut juga tersebar makam-makam sahabat Arif Muhammad. Terus katanya lagi, penduduk di kampong adat nggak boleh memelihara hewan berkaki empat, membunyikan gong, dan sebagainya. Pokoknya sakral gitu, agak berbau syirik gitulah menurut saya. Tetapi kebanyakan nusantara zaman baheula memang begitu kan, pengaruh agama nenek moyang.
Tetapi aset budaya sepert ini banyak diintervensi oleh pemerintah yang kurang tahu masalah kebudayaan itu sendiri. Misalnya pemda yang mau merombak bentuk rumah adat. Padahal cetus sang, kuncen rumah adat di kampung pulo ini jangan diubah, ntar bisa melanggar peraturan. Kalau begini ceritanya, suatu saat aset budaya akan punah dan musnah.
Sebelum ashar kami beranjak pulang, berempat orang dan saya di dalamnya jalan di belakang, yang lain jaraknya agak jauh di depan, kami menyempatkan diri melihat-lihat merchandise di sepanjang jalan. Tapi naas, kita malah ditinggalin dan mereka udah naik rakit duluan..woi, balik atuh euy..!!

Jayagiri Swing...

Jika bepergian ke Lembang via Bandung, kita akan melewati sebuah kantor Polisi yang di seberangnya berderet penjual ayam dibakar atau dipanggang. Di pinggir jalan segerombolan delman siap mengantar siapa saja dan ke mana saja selama sang kuda standby dan tidak ngambek. Nah, di dekat situlah terdapat jalan masuk ke Gunung Jayagiri.
Sebelum ke puncak, kami shopping dulu ke pasar Lembang. Kayak mau piknik di pantai saja, segala beli jagunglah, singkonglah, plus arang serta  mi instan. Selama belanja, saya agak heran. Karena Lembang yang selama ini saya anggap Sunda pisan, malah yang jualan di pasar banyak orang Batak lho. Jadi lucu mendengar mereka bicara, logat batak tapi bahasa Sunda.  Memang, orang batak ada di mana-mana..
Empat lelaki selesai menjalani tugas belanja, kami bergegas dengan naik…delman. Pertama kali dalam sejarah hidup, saya naik kendaraan berlapis kuda tersebut.

***

Perjalanan kami dimulai dengan membagi barang yang harus dibawa setiap orang. Saya dan empat teman kebagian membawa tenda. Tenda tentara yang biasanya dipake di pengungsian, beratnya nggak ketulungan, gede lagi, plus besi sama tambang. Tapi perjalanan jadi benar-benar menantang. Saking menantangya, ‘hanya’ untuk mengangkat tenda memakan waktu tiga setengah sampai empat jam.

Perjalanan kami dimulai dengan membagi barang yang harus dibawa setiap orang. Saya dan empat teman kebagian membawa tenda. Tenda tentara yang biasanya dipake di pengungsian, beratnya nggak ketulungan, gede lagi, plus besi sama tambang. Tapi perjalanan jadi benar-benar menantang. Saking menantangya, ‘hanya’ untuk mengangkat tenda memakan waktu tiga setengah sampai empat jam.

***

Kami tiba saaat senja. Barisan pohon pinus seolah menyambut kedatangan kami. Dan kemping dimulai. Malam yang dingin, gak perlu kulkas karena air biasa bisa jadi air es. Api unggun juga nggak bisa mengusir dingin masuk ke celah kulit dan menusuk tulang. Pengen cepet pagi. Dan malam ini cepat tidur ngumpulin tenaga buat besok.

Kami tiba saaat senja. Barisan pohon pinus seolah menyambut kedatangan kami. Dan kemping dimulai. Malam yang dingin, gak perlu kulkas karena air biasa bisa jadi air es. Api unggun juga nggak bisa mengusir dingin masuk ke celah kulit dan menusuk tulang. Pengen cepet pagi. Dan malam ini cepat tidur ngumpulin tenaga buat besok.

***

Pemandangan yang eksotis dari puncak. Subhanallah !!!

Pemandangan yang eksotis dari puncak. Subhanallah !!!

Ternyata ada jalan lain ke puncak Jayagiri yang jalanannya lebih mulus dan hemat waktu, bahkan kendaraan bisa melewatinya.  Yaitu jalan ke arah Gunung Tangkuban Perahu. Maksudnya, jalan lain ke Tangkuban juga menuju puncak Jayagiri ini. Tau gitu, gak usah capek-capek bawa tenda yang super duper berat…tapi semua ada hikmahnya ^_^

Ternyata ada jalan lain ke puncak Jayagiri yang jalanannya lebih mulus dan hemat waktu, bahkan kendaraan bisa melewatinya. Yaitu jalan ke arah Gunung Tangkuban Perahu. Maksudnya, jalan lain ke Tangkuban juga menuju puncak Jayagiri ini. Tau gitu, gak usah capek-capek bawa tenda yang super duper berat…tapi semua ada hikmahnya ^_^

***

Nyam..nyam..nasi liwet yang sayang untuk diliwatkan. Padahal sebagian nggak matang lho, ada yang agak keras gitu. Tapi embat waelah...yang penting kenyang..

Nyam..nyam..nasi liwet yang sayang untuk di'liwat'kan. Padahal sebagian nggak matang lho, ada yang agak keras gitu. Tapi embat waelah...yang penting kenyang..

***

Malam datang lagi, malam yang mencekam disertai hujan angin. Dan kami harus berjuang supaya tenda nggak roboh. Karena rumput yang basah, akhirnya kami mengungsi ke rumah si Emak, seorang penduduk yang baik hati dan jago bikin bala-bala.

Malam datang lagi, malam yang mencekam disertai hujan angin. Dan kami harus berjuang supaya tenda nggak roboh. Karena rumput yang basah, akhirnya kami mengungsi ke rumah si Emak, seorang penduduk yang baik hati dan jago bikin bala-bala.

***

.

-

Pagi tiba menawarkan kesejukan, sarapan jagung bakar dan pulang. Dari tanggal 22 sampai 24,  cukuplah sehari dua malam menginap di tempat ini…

Pagi tiba menawarkan kesejukan, sarapan jagung bakar dan pulang. Dari tanggal 22 sampai 24, cukuplah sehari dua malam menginap di tempat ini…

***

kapan-kapan ke sini lagi…

kapan-kapan ke sini lagi…

-

Page 1 of 1212345»...Last »